Definisi
o
Kelompok tiga sitokin yg saling terkait,
dilepaskan dari sel yg terinfeksi virus, menyediakan pertahanan non spesifik* dengan
memengaruhi replikasi virus.
o
Non spesifik yang dimaksud : Dibebaskan dari
semua sel yang terinfeksi oleh virus jenis apapun
Tahap
1. Virus menginvasi sel
2. Sel menyekresi interferon sebagai respons
terhadap pajanan asam nukleat virus
3. Interferon dilepaskan ke dalam cairan
ekstrasel dan berikatan dengan reseptor di membrane plasma sel sehat sekitar
atau sel lebih jauh yang dicapai melalui darah. Hal ini bertujuan untuk memberi
peringatan kepada sel lain terhadap kemungkinan serangan virus agar lebih
mempersiapkan diri untuk bertahan.
Efek
o
Tidak memiliki efek langsung
o
Memicu pembentukan enzim penghambat virus oleh
sel penjamu dengan menyintesis enzim pengurai mRNA virus dan menghambat
sintesis protein.
Enzim – enzim inhibitorik tetap dalam
keadaan inaktif di dalam sel penjamu potensial hingga sel tersebut terinfeksi
virus. Enzim ini hanya akan diaktifkan apabila terdapat asam nukleat virus.
Syarat aktivasi ini melindungi mRNA dan perangkat pembentuk protein milik sel
dari inhibisi yang tidak diperlukan oleh enzim-enzim ini seandainya tidak
terjadi invasi virus. Karena aktivasi hanya dapat berlangsung dalam rentang
waktu terbatas, ini merupakan mekanisme pertahanan jangka pendek.
o
Menginduksi aktivitas proteksi diri temporer
terhadap berbagai virus di sel lain yang dicapainya.
(bisa memicu aktivitas melindungi diri secara
sementara terhadap pajanan virus yang ada di sel lain) dengan membentuk strategi pertahanan umum dan cepat
terhadap invasi virus hingga mekanisme imun yang lebih spesifik tetapi
berespons lebih lama ikut berperan.
o
Selain mempermudah inhibisi replikasi virus,
interferon meningkatkan aktivitas fagositik makrofag, merangsang pembentukan
antibody, meningkatkan kemampuan sel-sel pemusnah.
Sumber : Sherwood edisi 8





